Senin, 22 September 2014

FILSAFAT


Pertemuan Pertama (SEJARAH PERKEMBANGAN FILSAFAT)



Dari pertemuan pertama saya mendapatkan tentang sejarah perkembangan filsafat, filsafat berasal dari kata Philos (yang berarti pencari) dan Sophia (yang berarti kebijaksanaan) dapat diartikan "Cinta akan Pengetahuan." Hal yang mendorong manusia berfilsafat, pertama keheranan; thaumasia. "Mata kita memberikan pengamatan bintang-bintang, matahari dan langit.” Kedua Plato.-kesangsian; Agustinus, Descartes menunjukkan kesangsian sebagai sumber utama pemikiran. Ketiga kesadaran keterbatasan; ketika manusia menyadari kecil dan lemahnya dirinya dibandingkan alam semesta disekeliling. Tiga tahap dalam filsafat, Fisika (physos;alam), Matesis (Matematika;pengetahuan, ilmu), Teologi (fisafat pertama). Sejarah perkembangan Filsafat di India: Filsuf dan sastrawan Rabindranath Tagore (1861-1941). Menurut Tagore filsafat India berpangkal keyakinan ada kesatuan fundamental antara alam dan manusia, harmoni antara kosmos dan individu. Orang india tidak belajar "menguasai" dunia, tetapi "berteman" dengan dunia. Filsafat India dibagi lima periode besar, Jaman Weda (2000-600 SM, Jaman Skeptisisme (200 SM-300 M), Jaman Puranis (300-1200), Muslim (1200-1757), Jaman Modern (setelah 1757). Sejarah Perkembangan Filsafat di Cina, filsafat Cina dibagi 4 periode besar, Jaman Klasik (600-200 M), Jaman Neo-Taoisme dan Buddhisme (200 SM-1000 M), Jaman Neo-Konfusianisme (1000-1900), Jaman Modern (setelah 1900). Puncak jaman klasik, dicapai oleh Plato, Sokrates, dan Aristoteles. Sokrates, adalah guru Plato, Socrates mengajarkan akal budi menjadi norma terpenting untuk tindakan kita. Pikiran Sokrates hanya dapat diketahui oleh tulisan pemikir Yunani lain, terutama Plato. Karna Sokrates tidak menulis pemikirannya. Plato menggambarkan Sokrates adalah seorang alim yang mengajarkan bagaimana manusia menjadi bahagia berkat pengetahuan tentang apa yang baik. Aristoteles pendidik Iskandar Agung, adalah murid Plato. Tetapi Aristoteles tidak setuju dengan Plato dalam banyak hal. Menurut Aristoteles, ide-ide tidak terletak dalam suatu “surge” diatas dunia ini, melainkan didalam benda-benda sendiri. Setiap benda terdiri dari dua unsur yang tak terpisahkan, materi (hylè) dan bentuk (morfè). Menurut Aristoteles, materi tanpa bentuk tidak ada. Filsafat Aristoteles sangat sistematis. Tulisannya menyumbang ilmu pengetahauan yang besar. Hellenisme
Iskandar Agung medirikan kerajaan raksasa, dari India Barat sampai Yunani serta Mesir. Kebudayaan Yunani yang membanjiri kerajaan ini disebut “Hellenisme” yang berasal dari kata “Hellas”, “Yunani”. Hellenisme yang juga masih berlangsung selama kerajaan Romawi, memiliki pusat intelektual ditiga kota besar, Antiochia, Athena, dan Alexandria. Tiga aliran filsafat yang menonjol dalam jaman Hellenisme, Stoisisme, Epikurisme, Neo – Platonisme. Pada akhir Jaman Kuno dan selama abad pertengahan filsafat barat dikuasai pemikiran Kristiani. Filsafat Kristiani mencapai dua kali periode keemasan, dalam Patristik dan Skolastik. Jaman Patristik, Patristic (dari kata Latin “Patres” yang memiliki arti “Bapa-Bapa Gereja”) dibagi menjadi Patristik Yunani (Patristik Timur) dan Patristik Latin (Patristik Barat). Jaman Skolastik sekitar tahun 1000, peranan Ployinos diambil alih Aristoteles. Aristoteles menjadi terkenal kembali melalui beberpa filsuf Islam dan Yahudi. Filsafat mereka disebut dengan “Skolastik”, dari kata Latin “scholasticus”, yang memiliki arti “guru”. Karna dalam periode ini filsafat diajarkan dalam sekolah-sekolah biara dan universita menurut suatu kurikulum yang tetap dan internasional. Jaman modern dibagi dalam periode Renesanse, Jaman Barok, Fajar Budi, Romantik. Jaman Sekarang (Post Modernisme): Positivisme, Marxisme, Eksistensialisme, Fenomenologi, Pragmatisme, Neo-Kantianisme dan Neo-Tomisme, Aliran–Aliran paling baru. Sepertinya ini saja untuk materi pertemuan pertama.

Sumber dari slide bahan kuliah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar