Rabu, 12 November 2014

Tugas Akhir_Kevin_705140037_Kelas A

Upaya Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba
Latar Belakang
     Penyalahgunaan narkoba setiap tahun terus mengalami peningkatan. Hal ini telah menjadi ancaman bahaya yang serius terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat. Penanggulangan tidak saja membutuhkan komitmen dan kesanggupan semua pihak, tetapi aksi nyata semua jajaran pemerintah maupun partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat termasuk organisasi non pemerintah serta dunia usaha.
     Kenyataannya, belum semua instansi pemerintah dan masyarakat menunjukkan dukungan tindakan nyata untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba. Masih banyak pihak yang beranggapan bahwa tugas penanggulangan narkoba adalah tugas pemerintah saja. Selama masyarakat mempunyai anggapan yang demikian, maka upaya penanggulangan penyalahgunaan narkoba tidak sesuai yang diharapkan.
Pengertian Narkoba
     Menurut KBBI. Obat untuk menenangkan saraf, menghilangkan rasa sakit, menimbulkan rasa mengantuk, atau merangsang (seperti opium, ganja) (KBBI, 2008).
     Menurut para ahli.
     “Zat kimia yang dapat mengubah keadaan psikologi seperti perasaan, pikiran, suasana hati serta perilaku jika masuk ke dalam tubuh manusia baik dengan cara dimakan, diminum, dihirup, suntik, intravena, dan lain sebagainya” (Kurniawan, 2008).
     “Zat yang bisa menimbulkan pengaruh tertentu bagi yang menggunakannya dengan memasukkan kedalam tubuh. Pengaruh tersebut bisa berupa pembiusan, hilangnya rasa sakit, rangsangan semangat dan halusinasi atau timbulnya khayalan-khayalan” (Dirjosisworo, 2012).
Jenis-Jenis Narkoba
     Narkotika. “Merupakan zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan” (BNN, 2003, h. 14).
     Psikotropika. Merupakan zat atau obat baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku (Wresniwiro, Sumarna, & Permana, 2004).
     Bahan adiktif lainnya. Merupakan zat-zat selain narkotika dan psikotropika yang dapat menimbulkan ketergantungan, seperti (a) rokok, (b) alkohol, (c) thinner, (d) lem kayu, (e) aseton, (f) cat, (g) bensin. Jadi, alkohol, rokok, serta zat-zat lain yang memabukkan dan menimbulkan ketagihan juga tergolong narkoba (Partodiharjo, 2006).
Ciri Umum Pengguna Narkoba. Terjadi perubahan perilaku pada para pengguna narkoba, seperti (a) semakin membangkang, (b) mudah emosional, (c) malas beribadah, (d) sering mengobrol iseng atau omong kosong, (e) suka berpura-pura, (f) gemar memasang musik keras-keras, (g) bicaranya banyak basa-basi, (h) kata-katanya tidak dapat dipercaya, (i) sering pulang larut malam, (j) malas mengurus diri sendiri, (k) menuntut kebebasan lebih, (l) sering berkelahi, dan (m) berani melakukan kegiatan beresiko tinggi (Partodiharjo, 2006).
Alasan Menggunakan Narkoba
     Ingin kenikmatan yang cepat. Awalnya, orang memakai narkoba karena mengharapkan kenikmatan, misalnya nikmat bebas dari rasa stres atau frustasi. Tatkala mulai mencoba, perasaan nikmat tersebut tidak datang. Perasaan yang datang justru perasaan berdebar, kepala berat, dan mual. Namun, setelah pemakaian kedua atau ketiga, kenikmatan memang terasa. Bentuk kenikmatannya berbeda-beda, tergantung jenis narkoba yang dipakai. Namun, kenikmatan narkoba adalah kenikmatan palsu, hanyalah perasaan nikmat dalam khayalan yang disertai matinya niat untuk berusaha mewujudkan kenikmatan sejati (Partodiharjo, 2006).
     Rasa ingin tahu. Biasanya dimiliki oleh generasi muda. Bila di hadapan sekelompok anak muda ada seseorang yang memperagakan “nikmatnya” narkoba, maka didorong oleh naluri alami anak muda, yaitu keingintahuan, maka salah seorang dari kelompok itu akan maju mencobanya (Partodiharjo, 2006).
     Ingin dianggap hebat. Salah satu sifat alami yang positif dari generasi muda adalah daya saing. Sayang sekali, karena ketidaktahuan, sifat positif ini juga dipakai untuk masalah negatif. Seperti berkompetisi untuk mengonsumsi narkoba. Padahal, pemakai narkoba hanya dianggap hebat oleh lingkungan kecil pemakai narkoba (Partodiharjo, 2006).
     Rasa setia kawan. Perasaan setia kawan sangat kuat dimiliki oleh generasi muda. Jika tidak mendapatkan penyaluran yang positif, sifat positif tersebut dapat berbahaya dan menjadi negatif. Bila temannya memakai narkoba, ia ikut memakai. Bila temannya dimarahi orang tuanya atau dimusuhi masyarakat, ia membela dan ikut bersimpat (Partodiharjo, 2006).
     Faktor keluarga. Banyak diantara pecandu narkoba mempunyai hubungan yang biasa-biasa saja dengan orang tuanya. Mereka jarang menghabiskan waktu luang dan bercanda dengan orang tuanya. Berhadapan dengan situasi demikian, anak merasa bimbang, bingung dan ketiadaan pegangan dalam hidupnya. Dalam pencaharian inilah, mereka akhirnya terjerumus ke dalam narkoba (Visimedia, 2006).
Upaya Penanggulangan Penggunaan Narkoba
     Promotif. Disebut juga program pembinaan. Program ini ditujukan kepada masyarakat yang belum mengenal narkoba. Prinsipnya adalah dengan meningkatkan peranan atau kegiatan agar kelompok ini secara nyata lebih sejahtera sehingga tidak pernah berpikir untuk memperoleh kebahagiaan semu dengan memakai narkoba. Pelaku program promotif yang tepat adalah lembaga-lembaga yang difasilitasi dan diawasi oleh pemerintah (Partodiharjo, 2006).
     Preventif. Disebut juga program pencegahan. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara penyuluhan serta pendidikan afektif. Memberi informasi bedasarkan fakta, tidak dengan menakut-nakuti, melalui berbagai jenis NAPZA, dan akibat penyalahgunaannya (Joewana et. al, 2001).
     Represif. Disebut juga langkah penindakan. Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba adalah perbuatan pidana menurut UU Nomor 22 tahun 1997 tentang narkotika, maka upaya pemberantasan jalur gelap dan penyalahgunaan narkoba oleh aparat sangat diperlukan (Wresniwiro, Sumarna, Wira, Sunandar, & Permana, 2000).      
     Kuratif. Disebut juga usaha pengobatan. Pengobatan dapat dilakukan bila pengguna memang bersedia diobati. Namun demikian, tetap saja memerlukan kerjasama yang erat antara pengguna, keluarga pengguna, serta dokter yang menangani (Setiadji, 2006).
     Rehabilitatif. Rehabilitasi merupakan upaya pemulihan kesehatan jijwa dan raga yang ditujukan kepada pemakai narkoba yang sudah menjalani program kuratif. Tujuannya agar ia tidak memakai lagi dan bebas dari penyakit ikutan yang disebabkan oleh bekas pemakaian narkoba. Banyak masyarakat yang membuka usaha rehabilitasi korban narkoba dengan membuka pemondokan bagi penderita dan memberikan bimbingan hidup berupa praktik keagamaan ataupun kegiatan produktif, seperti olahraga, kesenian, pertanian, perbengkelan, perdagangan, dan lain-lain. Usaha seperti ini sangat baik karena kemampuan pemerintah untuk melakukannya sangat terbatas (Partodiharjo, 2006).

Simpulan
     Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi penyalahgunaan narkoba, mulai dari pembinaan sampai rehabilitasi. Upaya-upaya yang dilakukan dengan maksimal sangat berperan penting dalam hal ini. Peranan aktif masyarakat juga dibutuhkan untuk membantu pemerintah agar upaya-upaya ini lebih efektif.














DAFTAR PUSTAKA
Badan Narkotika Nasional [BNN] Republik Indonesia. (2003). Pedoman pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi remaja. Jakarta: Badan Narkotika Nasional.
Haryanto. (2012). Pengertian narkoba. Diunduh dari http://belajarpsikologi.com/pengertian-narkoba/
Joewana, S., Margiyani, L., Padmohoedojo, L. G., Ajisukmo, C. R. P., & Tambunan, M. (2001). Petunjuk praktis bagi keluarga untuk mencegah penyalahgunaan narkoba. Yogyakarta: Media Pressindo.
Partodiharjo, S. (2006). Kenali narkoba dan musuhi penyalahgunaannya. Dalam D. P. Purba, T. Vini, & M, H. Eddy (Ed.). Jakarta: Erlangga.
Pusat Bahasa Depdiknas. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia (ed. 4th). Jakarta: Balai Pustaka.
Setiadji, V. S. (2006). Awas! Jangan coba-coba menjadi pengguna narkoba berbahaya!. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Visimedia. (2006). Mencegah terjerumus narkoba. L. Jehani, & Antoro (Ed.). Jakarta: Visimedia.
Wresniwiro, M., Sumarna, H. A., & Permana, D. (2004). Narkoba musuh bangsa-bangsa. Jakarta: Yayasan Mitra Bintibmas.
Wresniwiro, M., Sumarna, H. A., Wira, P., Sunandar, A., & Permana, D. (2000). Masalah narkotika & obat berbahaya. Jakarta: Yayasan Mitra Bintibnas.



Rabu, 05 November 2014

Latihan 17 Kevin 705140037


Manfaat Musik Terhadap Pekembangan Anak

Pengertian Musik
     Pengertian musik menurut KBBI. Yaitu ilmu atau seni menyusun nada atau suara melalui urutan, kombinasi, dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi (suara) yang mempunyai kesatuan dan kesinam-bungan (KBBI, 2012).
     Pengertian musik menurut para ahli. “Musik merupakan cabang seni yang membahas dan menetapkan berbagai suara ke dalam pola-pola yang dapat dimengerti dan dipahami oleh manusia” (Banoe, 2008).
Jenis-Jenis Aliran Musik
     Musik klasik. Merupakan istilah luas yang biasanya mengacu pada musik yang berakar dari tradisi kesenian Barat, musik Kristen, dan musik orkestra, mencakup periode abad ke-9 hingga abad ke-21. Musik klasik Eropa dibedakan dari bentuk musik non Eropa, dan musik populer, terutama oleh sistem notasi musiknya yang sudah digunakan sejak sekitar abad ke-16.
     Musik rakyat (musik tradisional). Adalah musik yang hidup di masyarakat secara turun-temurun, dipertahankan sebagai sarana hiburan. Tiga komponen yang sangat memengaruhi di antaranya, seniman, musik itu sendiri, dan masyarakat penikmatnya.
     Musik keagamaan. Musik keagamaan terdiri dari musik gambus, musik kasidah, dan musik nasyid. Musik gambus berkembang di Timur Tengah, kini dibuat menjadi orchestra yang besar. Musik kasidah merupakan bentuk syair epic kesusasteraan Arab yang dinyanyikan untuk kaum muslim. Dan musik nasyid merupakan salah satu seni tarik suara Islam yang mengandung nasihat dan sejenisnya.
     Musik blues. Merupakan sebuah aliran musik vokal dan instrumental, yang berasal dari Amerika Serikat. Musik ini berangkat dari musik-musik spiritual dan pujian yang muncul dari komunitas mantan budak-budak Afrika di Amerika Serikat.
     Musik jazz. Merupakan aliran musik yang berasal dari Amerika Serikat pada awal abad Ke-20 dengan akar-akar dari musik Afrika dan Eropa. Musik ini banyak menggunakan gitar, trombone, piano, terompet, dan saxophone.
     Musik country. Merupakan campuran dari unsur-unsur musik yang berasal dari Amerika Serikat bagian selatan dan Pegunungan Appalachia. Musik ini berakar dari lagu rakyat Amerika Utara, musik kelt, musik gospel, dan berkembang sejak tahun 1920-an.
     Musik rock. Merupakan genre musik populer yang mulai diketahui secara umum pada pertengahan tahun 1950-an. Pada akhir tahun 60-an dan awal 70-an, musik rock berkembang menjadi beberapa jenis. Yang bercampur dengan musik folk (musik daerah di Amerika) menjadi folk rock, dengan blues menjadi blues-rock dan dengan jazz, menjadi jazz-rock fusion.
     Musik populer. Merupakan nama bagi aliran musik yang didengar luas oleh pendengarnya, dan kebanyakan bersifat komersial. Musik populer pertama kali berkembang di Amerika Serikat pada tahun 1920 dimana rekaman pertama kali dibuat berdasarkan penemuan Thomas Edison yang kemudian juga berkembang ke negara-negara lain.
     Musik dunia. Sebutan bagi aliran musik yang bukan termasuk musik populer dan musik klasik, serta mempunyai elemen etnik. Biasanya yang termasuk kategori ini adalah musik-musik rakyat Eropa (folk song) dan musik dari negara-negara dunia ketiga.
Manfaat Musik bagi Perkembangan Anak
     Stimulasi ingatan. Musik bermanfaat sebagai stimulus pembangkit ingatan ke masa lalu. Tak hanya membangkitkan pengalaman objektifnya, tetapi juga pengalaman subjektifnya.
     Membangkitkan rasa nyaman. Jika kita memperdengarkan musik lembut menjelang anak tidur, ia akan merasa nyaman di peraduan. Biasanya musik-musik tersebut berada pada tempo adagio, andante, ataupun moderato.
     Efek hipnotik. Irama musik memberi dampak memuai. Ini disebut hypnotic effect (kesan hipnotik). Buktinya, ketika mendengar musik, seseorang cenderung mengentak tangan atau kaki atau mengikuti senandung musiknya.
     Menghibur. Musik juga memiliki manfaat untuk menghibur. Musik menghibur dikala suka atau duka, musik menghibur anak-anak. Jadi, dengan mendengarkan musik yang disukai, anak dapat merasa terhibur. Kondisi ini membuat anak mudah menyerap, mengolah, dan menyimpan ilmu maupun stimulus.
Penelitian Terkait Menstimulasi Anak dengan Musik Sejak Usia Dini
     Meningkatkan perkembangan motorik. Lewat musik, perkembangan motorik anak akan mengalami peningkatan, termasuk upaya anak saat belajar merangkak, berjalan, melompat dan seterusnya.
     Memperluas perbendaharaan kata. Mengajarkan apa pun pada anak usia dini akan efektif jika dilakukan sambil bermain, termasuk bernyanyi. Secara tidak langsung, bernyanyi mengasah kemampuan anak menyerap, mengingat, dan mengucapkan kata-kata.
     Memperluas wawasan. Musik merupakan sarana yang paling mudah untuk memancing emosi anak. Lewat syair dan musik, anak akan lebih mudah hanyut terbawa oleh apa yang disampaikan dalam lagu tersebut.
     Mempengaruhi pertumbuhan otak. Proses pengenalan musik akan melibatkan banyak daerah di otak. Di otak terdapat pusat asosiasi penglihatan, dan pendengaran yang berfungsi mengartikan objek yang dilihat, dan didengar. Informasi dari pusat yang berada di permukaan otak tersebut akan diteruskan ke pusat emosi yang diatur dalam system limbic.








  
Daftar Pustaka

Rasyid, F. (2010). Cerdaskan anakmu dengan musik. Jogjakarta: Diva Press.
Rusyanti, H. (2003). Pengertian musik: Definisi musik menurut ahli. Diunduh dari: http://www.kajianteori.com/2013/02/pengertian-musik-definisi-musik-menurut-ahli.html
4 Manfaat music bagi anak”. (2014). Nakita. Diunduh dari http://www.tabloid-nakita.com/mobile/read/1597/4-manfaat-musik-bagi-anak
Pusat Bahasa Depdiknas. (2012). Kamus besar bahasa Indonesia (ed. 5th). Jakarta: Balai Pustaka.

Selasa, 07 Oktober 2014

(Pertemuan Kesepuluh) EKSISTENSIALISME

Berikut eksistensialisme menurut 2 tokoh terkenal Kierkegaard dan Sartre


EKSISTENSIALISME KIERKEGAARD

Pengertian Eksistensialisme

Secara etimologis, eksistensialisme berasal dari kataex yang berarti keluar dan sistentia (sistere) yang berarti berdiri. Jadi, manusia bereksistensi adalah manusia yang baru menemukan diri sebagai aku dengan keluar dari dirinya.Tokoh eksistensialisme: Kierkegaard, Edmund Husserl, Martin Heidegger, Gabriel Marcel, Jean Paul Sartre, dll.Satu hal yang sama: filsafat harus bertitik tolak pada manusia konkrit, manusia sebagai eksistensi, maka bagi manusia eksistensi mendahului esensi.

Ciri-Ciri Eksistensialisme

Motif pokok: eksistensi, cara manusia beradaMenciptakan diri secara aktif, berbuat, menjadi, merencanakan.Manusia dipandang terbuka, belum selesai. Manusia terikat pada dunia sekitarnya, khususnya pada sesamanya.Memberi penekanan pada pengalaman konkrit.

Siapa Kierkegaard?

Soren Aabye Kierkegaard lahir di Kopenhagen, Denmark pada tanggal 15 Mei 1813.Belajar teologi di Univ. Kopenhagen tetapi tidak selesai.Sempat menjauh dari temannya dan agama.Pada tahun 1849, Beliau kembali ke agama Kristen.Meninggal 1855 sebagai orang religius dan dipandang sebagai tokoh di gerejanya.Dia dikenal sebagai bapa eksistensialisme.

Pokok-Pokok Ajaran Kierkegaard

Kritik terhadap Hegel: Kierkergaard memandang Hegel sebagai pemikir besar tapi satu hal yang dilupakan Hegel, yaitu eksistensi manusia individual dan konkret. Manusia tidak dapat dibicarakan 'pada umumnya' atau 'menurut hakekatnya', karena manusia pada umumnya tidak ada.Yang ada adalah manusia konkret yang semua penting, berbeda dan berdiri di hadapan Tuhan. Manusia itu eksistensi.Eksistensi menurut Kierkegaard: merealisir diri, mengikat diri dengan bebas, dan mempraktekkan keyakinannya dan mengisi kebebasannya.

Ada 3 sikap eksistensi, yaitu sebagai berikut

Estetis: merengguh sebanyak mungkin kenikmatan, yang dikuasi oleh perasaan.
Etis: sikap menerima kaidah-kaidah moral, suara hati dan memberi arah pada hidupnya.
Religius: berhadapan dengan Tuhan, manusia sendirian.

Manusia Menjadi Seperti yang Dipercayainya

Pernyataan Parmenides hingga Hegel mengenai 'berpikir sama dengan benda' ditolak oleh Kierkegaard, karena menurutnya 'percaya itu sama dengan menjadi'.Manusia memilih eksistensinya entah sebagai penonton yang pasif, atau sebagai pemain/ individu yang menentukan sendiri eksistensinya dengan mengisi kebebasannya.

Waktu dan Keabadian

Setiap orang adalah campuran dari ketakterhinggaan dan keterhinggaan.Manusia hidup dalam dunia dimensi sekaligus, yaitu keabadian dan waktu. Kedua dimensi ini bertemu dalam 'saat', yakni suatu titik dimana waktu dan keabadian bersatu. Kita menjadi eksistensi dalam 'saat' , yaitu saat pilihan. Pilihan itu suatu 'loncatan' dari waktu ke keabadian.

Subyektivitas dan Eksistensi sebagai Tugas

Eksistensi manusia adalah tugas yang harus dijalani dengan kesejatian sehingga orang tidak tampil dengan semu.Eksistensi sebagai tugas disertai oleh tanggungjawab.Eksistensi sejati memungkinkan individu memilih dan mengambil keputusan sendiri. Oleh karena itu, Kierkegaard menganggap subyektivitas dan eksistensi sejati sebagai suatu tugas.

Publik dan Individu

Publik bagi Kierkegaard hanya abstraksi belaka, bukan realitas. Publik menjadi berbahaya bila itu dianggap nyata.Kierkegaard bukan menolak adanya kemungkinan bagi manusia untuk bergabung dengan yang lain. "Hanya setelah individu itu mencapai sikap etis barulah penggabungan bersama dapat disarankan. Kalau tidak, penggabungan individu yang lemah sama memuakkan seperti perkawinan antara anak-anak."


EKSISTENSIALISME SARTRE

Siapa Jean Paul Sartre?

Lahir di Paris 19051929 menjadi guru1931-1936 menjadi dosen filsafat di Le Havre1941 menjadi tawanan perang1942-1944 menjadi dosen Loycee PasteurBanyak menulis karya filsafat dan sastraDipengaruhi oleh Husserl dan Heidegger

Pemikiran Filsafat Sartre

Bagi Sartre, manusia mengada dengan kesadaran sebagai dirinya sendiri. Keberadaan manusia berbeda dengan keberadaan benda lain yang tidak punya kesadaran.Manusia eksistensi: keterbukaan, beda dengan benda lain yang keberadaannya sekaligus sebagai esensinya.Asas pertama untuk memahami manusia adalah harus mendekatinya sebagai subyektivitas.Tanggungjawab yang menjadi beban kita jauh lebih besar dari sekedar tanggungjawab terhadap diri kita sendiri.Dibedakan 'berada dalam diri' dan 'berada untuk diri'.Berada dalam diri= beradaan sich, berada dalam dirinya, berada itu sendiri.Berada untuk diri= berada dengan sadar akan dirinya, yaitu cara berada manusia.Tuhan tidak bisa dimintai tanggungjawab. Tuhan tidak terlibat dalam putusan yang diambil oleh manusia. Manusia adalah kebebasan dan hanya sebagai makhluk yang bebas dia bertanggungjawab.Tanpa kebebasan eksistensi manusia menjadi absurd. Bila kebebasannya ditiadakan, maka manusia hanya sekedar esensi belaka.

Apakah yang Mengurangi Kebebasan Manusia?

Tempat kita berada: situasi yang memberi struktur kepada kita, tetapi juga kita beri struktur.Masa lalu: tidak mungkin meniadakannya karena masa lampau menjadikan kita sebagaimana kita sekarang ini.Lingkngan sekitar (Umwelt)Kenyataan: adanya sesama manusia dengan eksistensinya sendiriMaut: tidak bisa ditunggu saat tibanya, walaupun pasti akan tiba.

Komunikasi dan Cinta

Komunikasi = suatu hal yang apriori tak mungkin tanpa adanya sengketa, karena setiap kali orang menemui orang lain pada akhirnya akan terjadi saling objektifikasi, yang seorang seolah-olah membekukan orang lain.Cinta = bentuk hubungan keinginan saling memiliki (objek cnta). Akhirnya cinta bersifat sengketa karena objektifikasi yang tak terhindarkan.


Sumber di ambil dari slide bahan kuliah tentang Eksistensialisme.

(Pertemuan Kesembilan) Fieldtrip To Kampung Betawi

Halo semua.. Di pertemuan kali ini kami belajar sedikit berbeda dari biasanya. Kami diajak oleh dosen berkunjung ke kampung betawi yang berada di daerah Setu Babakan.

Semua mahasiswa mengikuti kegiatan dengan antusias, meski ada beberapa teman kami yang tidak bisa ikut karena sakit. Hari ini kami harus tiba di kampus sekitar pukul 06.45 dan berkumpul di kelas. Lalu sebelum kami menuju ke Kampung Betawi kami dibekali dengan beberapa materi yang berkaitan dengan hari ini. Jadi kami tidak kebingungan ketika tiba disana karena sudah tau apa saja yang harus dilakukan. Ada 2 materi yang diberikan, yang pertama seni, budaya dan yang kedua adalah etos kerja.

Kami menggunakan 3 bus yang kurang lebih berisi 170 mahasiswa, 4 dosen pendamping dan juga 2 asisten dosen yang ikut turut mendampingi kami. Kami tiba di sana sekitar jam sepuluh lewat, dan kami segera berkumpul di suatu danau. Lalu kami sempat diberi arahan sedikit dan kami pun segera mengerjakan tugas kami. Tapi sebelum kami mengerjakan tugas, kami makan siang terlebih dahulu. Menu makanannya cukup lezat untuk disantap.

Setelah makan siang, kami segera pergi untuk menonton pertunjukan seni di sana. Ada 2 pertunjukan d sana, ada pertunjukan tari dan juga ada pertunjukan main alat music khas betawi. Kami pun sempat mewawancarai seorang yang dapat dikatakan sangat mengetahui tentang seni, budaya yang ada di kampung Betawi. Kami pun memperoleh informasi yang sangat banyak.

Lalu setelah itu kami pun segera mengerjakan tugas kedua yang berkaitan dengan etos kerja. Kami mewawancarai beberapa pedangang di sana seperti penjual arum manis (Rambut Nenek), penjual Bir Pletok, penjual Es Potong, penjual Kerak Telor, penjual Dodol Betawi, dan beberapa penjual lagi.

Setalah kami mewawancarai beberapa pedagang, kami pun bersantai dengan menikmati berbagai jajanan yang ada d sana. Dalam kegiatan Fieldtrip ini kelompok kami yaitu kelompok Paris ikut semua dan kami pun semakin kompak, lebih mengenal satu sama lain, dan semakin solid.


Sekian untuk pertemuan kesembilan thankyou :)

(Pertemuan Kedelapan) MANUSIA DAN AFEKTIVITASNYA & KEBEBASAN

Kekayaan dan kompleksitas afektivitas manusia
Yang membedakan manusia dengan mahluk hidup lainnya adalah afektivitasnya.
-Afektivitas yaitu membuat manusia ‘berada’ didunia, berpartisipasi dg org lain.
-Afektifitas  mendorong orang utk mencintai, mengabdi dan menjadi kreatif.
Cara hadir kita di dunia diperdalam melalui afektivitas.

Bagaimana disposisi afektif dasariah si subyek terhadap obyeknya?
Seluruh kehidupan afektif berputar pd dua kutub yg bertentangan satu sama lain,mengarah pd obyek krn menyukainya, atau berpaling darinya (menganggapnya buruk). 
- Cinta dapat diartikan buah afektivitas positif, 
- Benci dapat diartikan buah afektivitas negatif.
Sebenarnya cintalah yg paling dasariah.

Sikap yang di ambil Avektivitas (Berhadapan dengan objek):
Jika terhadap obyek yg dianggap berguna = subyek mencintainya (cinta utilitaris/bermanfaat).

Sifat subjek dapat ditentukan secara afektif oleh objeknya (di bedakan dengan perasaan & emosi):
Keadaan afektif yg berbeda-beda yaitu ‘hasrat-hasrat jiwa’ (Thomas Aquinas).
Suasana hati lah yang dapat mempengaruhi.

Yang erupakan perbuatan Afektif:
- Hidup afektif /afektivitas: seluruh perbuatan afektif yg dilakukan subyek sehingga subyek ditarik oleh obyek atau sebaliknya.
- Perbuatan afektif sedikit mirip dg  ‘perbuatan mengenal’ (dianggap perbuatan vital/imanen). Tapi ada perbedaan: perbuatan afektif itu lebih pasif, sedangkan pada ‘perbuatan mengenal’ subyek membuka diri pd obyek.

Kondisi afektivitas manusia:
- Agar ada afektivitas (perlu suatu ikatan kesamaan antara obyek dan subyek)
  

KEBEBASAN

Perdebatan tentang kebebasan sudah sangat lama.

- Keberadaan atau eksistensi jiwa dalam Tubuh, membantu memampukan manusia untuk menghadirkan diri secara total di dunia ,beserta perbuatannya (Karna ada jiwa di dalam tubuh yang membantu dan menggerakan  ,merasakan,dll).
- Dalam fungsi menentukan perbuatan, jiwa berhubungan dengan kehendak bebas.(Adanya unsur bebas di dalamnya sehingga prilaku adalah titik temu antara pengaruh dan tekanan).

Teori Erich Fromm: Sejarah manusia merupakan sejarah perjuangan kebebasan (Artinya ada beberapa hal yang menyebabkan manusia tidak bebas).

Pandangan Determinisme:
Determinisme merupakan Aliran yang menolak kebebasan sebagai kenyataan hidup bagi manusia (stiap kejadian di sebabkan karna peristiwa lain, bukan karna manusiannya).                                                 
Alasan Determinisme:
- karna adanya determinisme biologis(kebebasan di batasi oleh biologis kita)
- Karna adalnya determinisme psikologis
- Karna adalnya determinisme sosial
- Karna adalnya determinisme teologis

Jenis-jenis kebebasan:
- Kebebasan horizontal:
Berkaitan dengan kesenangan, dan bersikap spontan.
- Kebebasan vertikal:
Moral, pertimbangan tujuan, tingkat nilai.
- Kebabasan Eksistensial (bersifat positif): punya harkat dan martabat, punya kebebasan memilih.

Sejarah perkembangan masalah Kebebasan

Era Abad Pertengahan:
-Sejak zaman yunani tidak memberikan jawaban. (karna di yunani kuno banyak mitor-mitos. semua hal berada di bawah nasib menurut mreka).
-Menurut Yunani manusia adalah bagian dari alam. (Filsuf prtmana Yunani adalah Tales " apakah hakikat terdalam/Atau dasar dari alam ini?").
-Manusia terpengaruh dengan hal yg bersikap cycle.

Era modern:
-Bersfifat perpektif teosentrik ( digantikan dengan prepektif antroposentrik.

Era sekarang:
-Di permasalahkan dari sudut pandang sosial

Kebebasan menurut pemikiran Timur Cenderung melihat sebagai pembebasan dari kendala keinginan egoistik & dari kecemasan untuk mencapai pengendalian diri dan kesatuan.


Sumber diambil dari slide bahan kuliah tentang Manusia Dan Afektivitasnya & Kebebasan.


(Pertemuan Ketujuh) BADAN DAN JIWA

Badan dan jiwa adalah satu kesatuan yang membentuk pribadi manusia. Keduanya membentuk keutuhan pribadi manusia.

Monisme

Monisme adalah aliran yg menolak pandangan bahwa badan dan jiwa merupakan dua unsur yang terpisah. Badan dan jiwa adalah satu substansi. Keduanya satu kesatuan yg membentuk pribadi manusia.

Tiga bentuk aliran monisme adalah:

- Materialisme, yaitu menempatkan materi sbg dasar bagi sgala hal yg ada (fisikalisme). Manusia juga bersumber pada materi. Manusia tidak pernah melampaui potensi jasmaninya. Jiwa tdk punya eksistensi sendiri. Jiwa bersumber dari materi. Eksistensi jiwa bersifat kronologis (hasil hub sebab akibat). Reduksi humanitas pada dimensi fisik punya implikasi negatif pada penilaian atas aktivitas mental.

- Teori identitas, yaitu menekankan hal berbeda dari materialisme, tapi mengakui aktivitas mental manusia. Ini menjadi ciri khas manusia. Letak perbedaan jiwa dan badan hanya pada arti bukan referensi. Badan dan jiwa merupakan dua elemen yang sama.

- Idealisme, ada hal yang tidak dapat diterangkan semata berdasarkan materi, seperti pengalaman, nilai dan makna. Itu hanya punya arti bila dihubungkan dengan sesuatu yang imaterial yaitu jiwa. Rene Descartes dengan cogito ergo sumnya menjadi peletak dasar dari idealisme.

Dualisme

Dualisme berpendapat bahwa badan dan jiwa adalah dua elemen yang berbeda dan terpisah. Perbedaannya ada dalam pengertian dan objek.

Empat cabang dualisme adalah:

- Interaksionisme, fokus pada hubungan timbal balik antara badan dan jiwa. Peristiwa mental bs menyebabkan peristiwa badani dan sebaliknya.

- Okkasionalisme, memasukkan dimensi ilahi dalam membicarakan hubungan badan dan jiwa. Hubungan peristiwa mental dan fisik bisa terjadi dengan campur tangan ilahi.

- Paralelisme, sistem kejadian ragawi terdapat di alam, sedangkan sistem kejadian kejiwaan ada pd jiwa manusia. Dalam diri manusia ada dua peristiwa yang berjalan seiring yaitu peristiwa mental dan fisik, namun satu tidak jadi sumber bagi lainnya.

- Epifenomenalisme, melihat hubungan jiwa dan badan dari fungsi syaraf. Satu-satunya unsur untuk menyelidiki proses kejiwaan adalah syaraf.

Badan Manusia

Badan adalah elemen mendasar dlm membentuk pribadi manusia.

Pandangan tradisional, badan=kumpulan berbagai entitas material yang membentuk makluk.
Mekanisme gerakan badan bersifat mekanistik. Pandangan ini tidak memberikan pandangan utuh tentang manusia. Badan harus dimengerti melebihi dimensi fisik. Badan menyangkut keakuan. Membicarakan tubuh adalah membicarakan diri (Gabriel Marcel).
Hakekat badan bukan pertama-tama terletak pd dimensi materialnya, tapi dlm seluruh aktivitas entitas yg terjadi dlm badan: tertawa, menangis, berjalan, lari, duduk, dll.

Jiwa Manusia

Badan manusia tdk memiliki apa-apa tanpa jiwa. Tidak ada keakuan bila dilepaskan dari jiwa. Dlm pandangan tradisional jiwa – makluk halus, tdk bs ditangkap indera. Konsep ini menempatkan jiwa di luar hakekat manusia. Ini ditolak. Jiwa harus dipahami sbg kompleksitas kegiatan mental manusia. Jiwa menyadarkan manusia siapa dirinya.
James P. Pratt menunjuk ada empat kemampuan dasar jiwa manusia. Pertama, menghasilkan kualitas penginderaan.Kedua, Mampu menghasilkan makna yg berasal dr pengeinderaan khusus. Ketiga, mampu memberi tanggapan thdp hasil penginderaan. Empat, memberi tanggapan pd proses yg terjadi dlm pikiran demi kebaikan.
Agustinus: manusia hanya bs melakukan penilaian thdp tindakannya krn dorongan dr jiwa. Jiwa mendorong manusia utk melakukan hukum-hukum moral yg diketahui. Praktek moral sehari-hari adalah tanda berfungsinya jiwa dlm diri seseorg. Kegiatan jiwa bukan mekanistik adalah bukti dari kemampuan jiwa.


Sumber diambil dari slide bahan kuliah tentang Badan Dan Jiwa.

(Pertemuan Keenam) FILSAFAT MANUSIA

Sebagai perenungan Filsafat dapat dicirikan oleh:

- Mengkaji segala hal secara kritis
- Menggunakan metode dialektis
- Berusaha mencapai realitas terdalam (arkhe)
- Bertujuan menangkap tujuan ideal realitas
- Mengetahui bagaimana harus hidup sebagai manusia

Bagian filsafat ini mengupas apa arti manusia atau menyoroti hakikat atau esensi manusia, memikirkan tentang asal-usul kehidupan manusia (origin of human life), hakikat hidup manusia (the nature of human life), dan realitas eksistensi manusia. Maka, filsafat manusia menanyakan pertanyaan krusial tentang dirinya sendiri dan secara bertahap memberi jawaban bagi diri sendiri.

Mengapa kita perlu mempelajari filsafat manusia?

Manusia adalah makhluk yang mampu dan wajib (sampai tingkat tertentu) menyelidiki arti yang dalam dari “yang ada”, manusia juga bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Boleh saja jika kita  tidak harus tahu segala hal, tapi sekurang-kurangnya kita harus mengenal dan mengerti diri sendiri secara mendalam agar dapat mengatur diri dalam hidup ini.

Saat-saat ini banyak sekali anak-anak muda yang tidak tertarik akan filsafat terutama filsafat manusia karena menurut mereka filsafat tidak berguna dan juga zaman sekarang banyak ilmu yang mengkaji manusia yang memperkaya dan memperdalam pengetahuan tentang manusia.

Beberapa filsuf yang membahas mengenai filsafat manusia adalah:

- Aristoteles
- Plato
- Merleau-Ponty
- Paul Ricoeur
- Martin Heidegger
- Soren Kierkegaard
- Emmanuel Levinas
- Gabriel Marcel
- Jacques Lacan
- Jacques Derrida

Jadi, relevankah filsafat manusia?

- Ya, manusia itu dinamis, misteri dan paradoksal

Alasannya adalah:

- Dengan bertanya manusia mewujudkan hakikat kemanusiaannya
- Dengan mendalami manusia, manusia mengenal dirinya lebih baik
- Sebagai konsekuensi no.2 di atas, filsafat manusia mengantar manusia semakin bertanggung jawab terhadap dirinya dan sesama. Misalnya kata Karl Marx, Erich Fromm dan E. Levinas

Sebagai bagian dari filsafat, cara kerja filsafat manusia juga sama dengan filsafat pada umumnya yaitu: refleksi, analisa transendental dan sintesa juga ekstensif, intensif dan kritis. Objek filsafat manusia terbagi 2, yaitu objek material yang berkaitan dengan manusia dan objek formal yang berkaitan dengan esensi manusia, strukturnya yang fundamental.

Struktur fundamental bukan fisik melainkan struktur metafisik yakni intisari, struktur dasar, bentuk terpenting manusia, dinamisme primordial manusia yang diketahui melalui daya pikir, bukan penginderaan.

Kata Max Scheler dan Heidegger

Tak ada zaman, seperti zaman sekarang di mana manusia menjadi pertanyaan bagi dirinya sendiri atau menjadi problematik bagi dirinya. Tak ada pula masa di mana di tengah kemajuan yang pesat mengenai manusia, manusialah paling kurang tahu tentang dirinya dan tentang identitasnya

Kata A. Heschel tentang filsafat manusia dalam “Who is man?” Stanford University Press, 1965

“filsafat mempunyai perhatian terhadap manusia dalam totalitasnya, bukan dalam aspek ini atau itu. setiap ilmu terspesialisasi (antropologi, linguistik, fisiologi, kedokteran, psikologi, sosiologi, ekonomi, ilmu politik), betapapun kerasnya usaha mereka, mereka tetap membatasi totalitas dari individu dengan memandangnya dari segi salah satu fungsi, atau dari dorongan tertentu. Pengetahuan kita tentang manusia terpecah-pecah: kerapkali kita menggantikan keseluruhan dengan salah satu bagian. Kita berusaha untuk menghindari kesalahan-kesalahan”.


Sumber diambil dari slide bahan kuliah tanggal 23 September 2014 tentang Filsafat Manusia.