Rabu, 24 September 2014

FILSAFAT


(Pertemuan Kedua) FILSAFAT METAFISIKA DAN AKSIOLOGI 

Tahap awalnya Filsafat mencakup seluruh ilmu pengetahuan, lalu makin rasional dan sistematis. Namun masalah pokok filsafat makin banyak, maka perlu dibagi sesuai kelompok permasalahan, yang disebut cabang filsafat.

Tokoh-tokoh yang membuat pembagian Filsafat:
  1. Aristoteles: Fils. Spektulatif/Teoretis, praktika, produktif. Analitika dan Dialektika masuk dalam metode dasar bagi pengembangan filsafat. 
  2. Christian Wolff (1679-1754): Logika, Ontologi, Kosmologi, Psikologi, Teologi Naturalis, Etika.
  3. Will Durant (The Story of Philosophy, 1926): Logika, Estetika, Etika, Politika, Metafisika.
  4. Eerste Nederlandse Systematich Ingerichte Encyclopaedie-ENSIE: Metafisika, Logika,  Epistemologi, Filsafat Ilmu, Fils. Naturalis, Fils. Kultural, Fils. Sejarah, Estetika, Etika, Fils. Manusia.
  5. The World University Encyclopedia. Sejarah filsafat, Metafisika, Epistomologi, Logika, Etika, Estetika.

Jenis Pembagian Cabang Filsafat Secara Umum:

1. Epistemologi: Filsafat ilmu pengetahuan
2. Metafisika: Ontologi, Kosmologi, Teologi metafisik, Antropologi
3. Logika: Ilmu berpikir kritis
4. Etika: Filsafat tingkah laku
5. Estetika: Filsafat keindahan
6. Aksiologi: Filsafat Nilai
7. Filsafat Khusus berbagai disiplin ilmu: Fils. Pendidikan, Fils. Agama,
    Fils. Hukum, Fils. Ekonomi, dll.

METAFISIKA

Etimologis: meta ta physika= sesudah fisika.
Memiliki arti mencari sebuah hakikat atau kebenaran dari sebuah realita atau kenyataan.
Pembagian metafisika. Metafisika umum (ontologi) dan metafisika khusus yang meliputi: kosmologi, teologi metafisik, fils. Antropologi.

    - Metafisika Umum (Ontologi):
      Membahas segala sesuatu yang ada secara menyeluruh dengan cara
      memisahkan eksistensi dari penampilan eksistensi itu.
    - Metafisika Khusus (Teologi  Metafisik): 
      Kosmologi: ilmu yang mempelajari tentang dunia semesta.
       Teologi metafisik: membahas kepercayaan kepada Allah ditengah
       realitas kejahatan yang merajalela di dunia.

     
      Filsafat Stoa: segala sesuatu dijadikan oleh kekuatan ilahi atau
      kekuatan alam.
      David Hume: Tidak ada bukti yang benar-benar sahih yang
      membuktikan Allah ada. Hume menolak Allah dan kebenaran agama.
      Feuerbach: religi tercipta oleh hakekat manusia sendiri, yakni egoisme.

AKSIOLOGI
Berasal dari bahasa Yunani Axios dan Logos yang berarti nilai dan ilmu. Jadi aksiologi adalah ilmu yang membicarakan tujuan ilmu pengetahuan itu sendiri. Aksiologi merumuskan suatu teori yang konsisten mengenai prilaku etis. Aksiologi memberikan jawaban untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan.

Aksiologi membedakan fakta dan nilai:

- Fakta adalah sesuatu yang ada secara nyata dan berlangsung begitu saja.
  Fakta ditemui dalam konteks deskripsi.
- Nilai adalah sesuatu yang berlaku atau sesuatu yang memikat kita.
  Nilai memiliki peran dalam memberikan apresiasi.
  3 ciri-ciri Nilai :   1. Nilai berkaitan dengan Subjek
                           2. Nilai tampil dalam konteks praktis
                           3. Nilai menyangkut sifat yang di tambah oleh subjek.

Nilai memiliki tingkatan hierarki tertentu misalnya: Nilai vital lebih tinggi dari Nilai Kesenangan. atau Nilai rohani lebih tinggi dari Nilai Vital.

Nilai moral adalah nilai yang memaksa orang tertentu untuk menerimanya,walaupun itu bertentangan dengan hasrat dan kepentingan pribadi kita.
ciri-ciri nilai moral:     ~ Berkaitan dengan tanggung jawab kita.
                                ~ Berkaitan dengan hati nurani
                                ~ Mewajibkan
                                ~ Bersifat Formal.


AKSIOLOGI dibagi menjadi dua yaitu etika dan estetika.
etika adalah mengkaji prinsip dan konsep yang mendasari prilaku manusia
estetika adalah mengkaji tentang prinsip yang mendasari atas suatu penilaian tertentu.
estetika berkenaan dengan nilai tentang pengalaman keindahan yang dimiliki manusia terhadap lingkungan dan fenomena di sekelilingnya.

Nilai itu bisa bersifat Objektif dan Subjektif. disebut Objektiv karena nilai-nilai tersebut tidak bergantung pada subjek atau kesadaran. tolak ukur nya bukan pada gagasan tapi pada objek nya,bukan pada subjek yang melakukan penelitian.

Nilai menjadi Subjektif apabila subjek memiliki peran dalam memberikan suatu penelian tertentu.
nilai subjektif selalu mementingkan berbagai pandangan yang dimiliki akal budi manusia.

Peran Nilai bagi Kita di Jaman sekarang:
- Merupakan Objek bagi setiap tindakan kita
- Mengarahkan dan memberikan suatu daya tarik
- Untuk membangun hubungan sosial antar manusia
- Memperkuat identitas diri sebagai manusia


Sumber diambil dari slide bahan kuliah tanggal 16 September 2014 tentang Filsafat Metafisika dan Aksiologi.

2 komentar: